Bahaya Mendengarkan Musik Terlalu, Ini Akibatnya

kreatifjurnalpolnes.com – Mendengarkan musik menggunakan headset atau earphone merupakan hal yang sangat mengasiykan, Tapi tahu kah kalian jika menggunakan headset terlalu lama bisa membahayakan Kesehatan pada telinga. Kebiasaan ini sebaiknya kalian kurangi dalam penggunaan headset, dengan begitu Kesehatan kuping anda pun akan terjaga baik.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa saja dampak buruk dalam penggunaan headset terlalu lama, Salah seorang peneliti mengungkapkan bahwa mengdengarkan musaik dengan menggunakan headset terlalu lama. Tidak akan secara langsung terasa melainkan di kemudian hari yang dapat menghilangkan pendengaran anda. Untuk itu kita akan membahas Dampak buruk penggunaan headset terlalu lama, dan anda juga bisa mencegah hal tersebut sebagai berikut :

1. Tinnitus

Tinnitus adalah nama penyakit yang disebabkan melalui sel-sel rambut kokela yang sudah rusak, biasanya mengakibatkan menderu di telinga, berdengung hingga berdenging. Hal ini sudah di sampaikan oleh peneliti yang menunjukan bahwa remaja di usia sekarang tidak jarang yang sudah mengalami 3 gejala tersebut. Kami juga memiliki beberapa informasi seputaran berita terbaru yang bisa anda kunjungi di https://kreatifjurnalpolnes.com/

2. Pusing

Dampak yang ke-2 adalah pusing atau lebih sering disebut Vertigo, nyeri pada kepala ini dapat memberikan gangguan pada kepala dan menyebabkan kepala seperti berputar-putar. Kepala pusing ini merupakan salah satu akibat dari penggunaan headset terlalu lama dan mengakibatkan vertigo kepada seseorang.

3. Banyak Kotoran Telinga

Terlalu sering menggunakan headset adalah salah satu cara yang membuat kotoran pada kuping menjadi menumpuk, atau yang sering disebut sebagai serumen prop. Jika kalian sering mendengarkan musik atau menggunakan headset terlalu lama pasti tidak jarang di anatara kalian mengalami penumpukan kotoran, hal ini sebiknya kalian bersihkan Ketika setelah mandi.

Baca Juga : Penyebab Gempa Kabupaten Bandung & Aktivitas Sesar Kertasari

4. Infekasi Telinga

Infeksi telinga mungkin Sebagian di antara kalian tidak percaya dengan ini, namun tahu kah kalian telinga pun bisa mengalami infekasi. Contohnya karena meminjamkan headset pada orang lain, hingga terlalu lama menggunakan headset pun dapat menyebabkan kuping menjadi infekasi. Aliran Udara yang tidak bisa masuk ke dalam akan memnyumbat bakteri berkembang di dalam telinga.

5. Gangguan Keseimbangan

Pusing mual pun bisa terjadi karena penggunaan headset terlalu lama, Karena dengan menggunakan headset terlalu lama dapat menyebabkan kesimbangan tubuh menjadi rusak. Hal ini pastinya sangat mempengaaruhi sistem pada tubuh dan mengakibatkan 2 hal tersebut.

Penyebab Gempa Kabupaten Bandung & Aktivitas Sesar Kertasari

kreatifjurnalpolnes.com – Badan Geologi Gempa bumi memberikan himbauan kepada masayarakat kabupaten Bandung, pada tanggal 18 September 2024, gempa berkekuatan 5.0 magnitude ini dipicu oleh aktivitas sesar kertasari. Patahan baru saja ditemukan, penyelidik Bumi dari Badan Geologi menjelaskan bahwa tim Badan Geologi telah melaksanakan Investigasi segera Ketika telah terjadi Gempa.

Penyedlidik menerangkan, Badan Geologi telah berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran telah melakukan penyelidikan beberapa jam setelah gempa Bandung terjadi. Penyelidikan dilakukan di lokasi yang paling terdampak yakni di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Hasilnya, diidentifikasi jika patahan aktif Kertasari jadi penyebab gempa bumi yang didukung aspek-aspek pendukung lainnya.

Penyelidikan dilakukan di lokasi yang paling terdampak yakni di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Hasilnya, diidentifikasi jika patahan aktif Kertasari jadi penyebab gempa yang didukung aspek-aspek pendukung lainnya. “Tim Badan Geologi juga menganalisa melalui peta anomaly residual pengukuran gaya berat sehingga bisa mendelinasi zona patahan penyebab gempa,” ujarnya.

Sesar Garsela Menjadi Zona Paling Aktif

Sesar Garsela atau Sesar Garut Selatan adalah salah satu patahan paling aktif di Pulau Jawa dan berpotensi memicu gempa bumi besar di wilayah sekitarnya. Patahan ini membentang sepanjang 42 kilometer dari Kabupaten Garut hingga ke selatan Bandung. Terdiri dari dua segmen utama, Segmen Rakutai sepanjang 19 kilometer dan Segmen Kencana sepanjang 17 kilometer.

Kedua segmen ini kerap memicu aktivitas seismik yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh gempa di Kabupaten Bandung dan Garut pada 18 September 2024. Kami juga memiliki beberapa informasi seputaran berita terbaru yang bisa anda kunjungi di https://kreatifjurnalpolnes.com/

Menurut BMKG, Sesar Garsela termasuk dalam zona deformasi aktif, yang berarti segmennya mungkin lebih banyak dari yang telah dipetakan, seperti Segmen Rakutai dan Kencana. Bahkan, gempa terbaru ini diperkirakan berasal dari segmen yang baru terbentuk.

Penelitian tentang Sesar Garsela masih tergolong minim, namun sejumlah studi mengungkapkan adanya bukti patahan berupa longsoran, offset, dan kekar yang menunjukkan aktivitas patahan mendatar menganan (strike-slip dextral) dengan potensi adanya patahan naik yang memperkuat pergerakan sesar.

Baca Juga : ITB Wajibkan Penerima Beasiswa UKT Bekerja Untuk Kampus

Meskipun magnitudo gempa dari sesar aktif ini biasanya lebih kecil dibandingkan gempa megathrust, beliau menjelaskan bahwa gempa sesar yang jaraknya yang lebih dekat dengan permukaan bisa menyebabkan kerusakan yang sama signifikannya dengan yang diakibatkan megathrust.

Selain itu, Prof. Irwan pun menjelaskan kemungkinan mengenai adanya berbagai gempa susulan yang terjadi. Menurutnya sebuah gempa dapat diikuti dengan gempa susulan sebagai pelepasan sisa energi. Oleh karena itu, masyarakat perlu diimbau agar tetap waspada. “Sebuah gempa akan diikuti dengan gempa susulan, hal ini mengindikasikan gempa melepaskan energi satu kali saja. Sisa energinya dilepaskan dalam energi susulan,” jelasnya.

ITB Wajibkan Penerima Beasiswa UKT Bekerja Untuk Kampus

kreatifjurnalpolnes.com – Intsitut Teknologi Bandung (ITB) adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di kota bandung, jawa barat. Nama ITB sendiri di resmikan pada tanggal 2 maret 1959, yang menjadi perguruan tinggi negeri badan hukum dan dimiliki oleh otonomi pengelolan dalam akademik dan nonakademik. Kini ITB mewajibkan kerja paruh Waktu bagi setiap mahasiswa yang menerima beasiswa atau perngurangan uang kuliah tunggak (UKT).

Kewajiban yang baru ini keluarkan oleh kampus ITB agar, bekerja secara paruh Waktu di kampus tersebut dengan peraturan dari rektor ITB. Dalam hal ini istiusi Pendidikan memberikan hak keringanan UKT kepada mahasiswa yang sedang membutuhkan tanpa meminta ketidakseimbbangan kepada mahasiswa. kordinator ini digelar dalam rangka menolak kebijakan Kampus ITB mewajibkan mahawsiswa penerima beasiswa UKT bekerja paruh Waktu untuk kampus.

Pekerjaan Paruh Waktu Sukarela

Dari sisi lain, kebijakan kampus ITB ini memberikan konsekuensi jika tidak mengisi data terkait pekerjaan paruh Waktu yang akan segera di evaluasi beasiswa UKT. Dalam pertemuan itu, diberitahukan beberapa penjelasan dan kebijakan yang telah di sampaikan pada 5.500 Mahasiswa ITB. Dan telah di tujukan melalui Email para mahasiswa penerima UKT memuat tatuan google from sebagai Berikut :

1. Kampus ITB telah membagikan mahasiswa ITB yang menerima beasiswa UKT, untuk mengecek melalui Link yang telah di bagikan melalui Google Form Mahsiswa.

2. Tatuan google Form yang diberikan kampus ITB sendiri memiliki jangka Waktu hingga tgl 27 September yang bisa diakses oleh para mahasiwa yang tidak menerima beasiswa UKT.

Ada Beberapa Kebijakan UKT ITB Mengundang Polemik

1. Menawarkan Pinjol Kepada Mahasiswa

Dana Citra adalah salah satu platform yang disediakan Kampus ITB untuk pembiayaan dalam Pendidikan. Unggahan itu pun meraih banyak reaksi dan komentar dari netizen. Banyak yang menyayangkan karena ITB sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia itu seolah-olah mendorong mahasiswa untuk melakukan pinjaman Menanggapi polemik itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Naomi Haswanto mengatakan, mahasiswa diwajibkan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara penuh pada tiap semesternya. Kami juga memiliki beberapa informasi seputaran berita hangat yang bisa anda kunjungi di https://kreatifjurnalpolnes.com/

2. Viral UKT ITB Naik Rp 2 Juta

Kenaikan UKT di ITB kini Kembali menjadi sorotan yang paling menjadi salah satu polemic yang menjadi perbincangan. Dalam Narasi tersebut menyebutkan kenaikan UKT melonjak drastic hingga Rp 2.000.000 Per golongan, Dengan kenaikain ini sangat berpengaruh terhadap program sarjana regular di tahun 2024 ini.