Fakta Menarik dari Lukisan The Starry Night Van Gogh
Fakta Menarik dari Lukisan The Starry Night Van Gogh – Bagi sebagian besar seniman, terlebih pencinta seni lukis pasti tidak asing dengan lukisan The Starry Night Karya Vincent Van Gogh. Dalam bahasa Indonesia, The Starry Night di artikan sebagai Malam berbintang. Merupakan pelukis asal Belanda yang lahir pada 30 Maret 1853 dan anak kedua dari enam bersaudara. Aliran seni lukis yang di bawa Vincent Van Gogh adalah post impressionism. Bahkan Van Gogh menjadi salah satu senior yang memberikan pengaruh pada banyak aliran yang menyusul. Seperti fauvism, neo impresionisme dan lain-lain.
Lukisan The Starry Night milikinya menjadi karta paling populer sampai saat ini. Lukisan tersebut menggambarkan pemandangan sebuah desa pada malam hari dengan langit yang di hiasi cahaya bintang dan bulan. Menyuguhkan keindahan sekaligus rasa sedih dan haru yang mendalam dalam diri Van Gogh. Kemudian Van Gogh melukis The Starry Night sekama 12 bulan ketika ia tinggal di rumah sakit jiwa Sain-Paul-de-Mausole, Prancis.
Tepatnya beberapa bulan setelah menderita gangguan dimana ia memotong sebagian dari telinganya sendiri dengan silet. Di rumah sakit jiwa, Van Gogh mengamati langit malam dari jendela kamarnya yang berjeruji dan menulis sutat pada Theo (saudaranya) yang menggambarkan pemandangan indah bintang pada suatu pagi di musim panas tahun 1889. Van Gogh tidak diizinkan untuk melukis di kamarnya. Karena itu Van Gogh melukis pemandanagn itu dari ingatan dan menggunakan imajinasinya untuk melukis desa kecil yang sebenarnya tidak ada. Melalui lukisan ini Van Gogh mengatakan bahwa malam lebih berwarna daripada siang dan bahwa bintang-bintang lebih dari sekedar titik-titik putih di atas hitam bukannya tampak kuning, merah muda atau hijau.
1. Melukis Sebanyak 21 Kali
Van Gogh melukis pemandangan dari jendalanya yang menghadap ke timur di rumah sakit jiwa sebanyak 21 kali. Meskipun seri ini menggambarkan berbagai waktu siang dan malam dan kondisi cuaca yang berbeda. Semua karya mencakup garis perbukitan di kejauhan tidak ada yang menunjukkan jeruji di jendela kamarnya.
Baca Juga : Fakta Tentang Hewan Albino Yang Sangat Menakjubkan
2. Lukisan dengan Paralel Matematis
Fisikawan Jose Luis Aragon membandingkan permainan turbulen terang dan gelap dalam karya-karya seperti “Starry Night” dengan ekspresi matematis turbulensi dalam kejadian alam seperti pusaan air dan aliran udara. Aragon mengatakan bahwa sejak Van Gogh menciptakan karya seni khusus selama periode agitasi mental yang ekstrem, Van Gogh secara unik mampu mengkomunikasikan agitasi itu secara akurat menggunakan gradasi pendaran yang tepat.
3. Makna Simbol Pohon Cemara
Analis “Starry Night” menekankan simbiolisme pohon cemara bergaya di latar depan. Menghubungkannya dengan kematian dan bunuh diri Van Gogh, namn cemara juga mewakili kebadian. Dalam lukisan itu pohon itu mencapai langit, berfungsi sebagai penghubung langsung antara bumi dan langit. Mungkin telah membuat lebih banyak pernyataan penuh harapan daripada yang di puji banyak orang. Interprestasi positif dari simbiolisme cypress ini mengingatkan kembali pada sebuah surat kepada saudaranya di mana Van Gogh menyamakan kematian dengan kereta api yang melaju ke bintang-bintang.
4. Galaksi Pusaran Air
Dalam bukunya tahun 2015, Cosmographics, Michael Benson berpendapat bahwa inspirasi di balik pusatan khas di langit Starry Night karya Van Gogh adalah gambar tahun 1845 oleh atronom William Parsons, Earl of Rosse dari Galaksi Pusaran Air.
5. Penggambaran Venus
Penelitian telah mengonfirmasi bahwa bintang pagi yang dominan dalam lukisan itu sebenarnya adalah Venus, yang beradai di posisi yang sama pada saat Van Gogh mengerjakan Starry Night dan itu akan bersinar terang seperti yang di lukis oleh Van Gogh.