Dampak Berbahaya Radiasi Nuklir untuk Kesehatan Tubuh

Dampak Berbahaya Radiasi Nuklir untuk Kesehatan Tubuh – Radiasi nuklir sudah sering digunakan untuk pemeriksaan medis di rumah sakit. Seperti pada CT-scan atau rontgen. Namun, jumlah radiasi yang di gunakan untuk pemeriksaan cukup kecil sehingga efek samping yang di timbulkan cenderung ringan. Bahkan tidak ada sama sekali. Radiasi nuklir adalah energi yang di pancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang yang di keluarkan dari inti atom radioaktif yang tidak stabil. Ada dua jenis radiasi nuklir yaitu non-ionizing dan ionizing. Radiasi non-ionizing berbentuk cahaya, gelombang radio, gelombang mikro dan radar yang tidak menyebabkan kerusakan jaringan sehingga tidak berbahaya. Sementara itu radiaisi ionizing dapat berdampak pada manusia, Jenis radiasi ini biasanya di hasilkan dari aktivitas industri manufaktur, perawatan medis, pengembangan senjata dan sebagainya.

1. Gejala Radiasi Nuklir

Tingkat keparahan akibat radiasi nuklir bergantung pada seberapa banyak radiasi yang di serap tubuh. Jumlah radiasi yang terserap tergantung pada kekuatan energi yang di pancarkan, waktu papatan dan jarak kamu dengan sumber radiasi. Tanda dan gejala awal yang di alami ketika terpapar radiasi biasanya adalah mual dan muntah. Setelah itu, seseorang yang terkena penyakit radiasi mungkin mengalami gejala baru yang lebih parah. Gejala lain yaitu seperti diare, sakit kepala, demam, pusing, lesu, rambut rontok, muntah darah, BAB berdarah dan tekanan darah rendah.

2. Perubahan Struktur Sel

Menurut sebuah studi dalam Global Cardiology Science & Practice, bahaya nuklir dapat menyebabkan kerusakan serius pada struktur sel manusia karena sifatnya yang sangat aktif dan mampu menembus jaringan tubuh. Efek radiasi nuklir ini dapat merusak DNA, molekul penting yang menyimpan informasi genetik sel manusia. Paparan nuklir juga dapat memengaruhi fungsi organ-organ tubuh. Seperti sumsum tulang, sistem reproduksi dan sistem pencernaan, cenderung lebih rentan terhadap dampak negatif radiasi.

Baca Juga : Fakta Menarik Lembu Laut, Mamalia Gemoy Yang Sering Di Kira Dugong

3. Meningkatkan Risiko Kanker

Karena menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh, radiasi dapat meningkatkan risiko kanker. Ketika tubuh terpapr radiasi, energi dari partikel dapat merusak DNA sel-sel tubuh. Jika DNA rusak atau mengalami mutasi, sel-sel bisa mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali yang merupakan salah satu ciri khas dari kanker, Beberapa jenis kanker yang paling umum terkait dengan paparan radiasi termasuk kanker kulit, kanker tiroid dan kanker paru-paru. Peningkatan risiko kanker ini juga bisa di peroleh melalui radiasi dalam jumlah kecil.

4, Sindrom Radiasi Akut

Sindrom radiasi akut adalah penyakit yang di sebabkan oleh paparan radiasi dosis tingg baik sebagian atau seluruh tubuh dalam waktu singkat. Gejala yang muncul bisa termasuk mual, muntah, lesu, penurunan jumlah sel darah dan kerusakan organ internal. Jumlah paparan radiasi dan lamanya waktu paparan akan mempengaruhi tingkat keparahan penyakit radiasi akut. Penderita dan kasus sindrom radiasi akut memang sangat jarang. Beberapa contohnya adalah orang yang selamat dari kasus di Hiroshima dan Nagasaki serta pemadam kebakaran yang pertama kali datang ke daerah ledakan Chernobyl.

5. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Paparan radiasi nuklir juga dapat melemahan sistem kekebalan tubuh. Hal ini karena paparan radiasi dapat merusak sel-sel darah putih yang merupakan komponen utama sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih bertanggung jawab untuk melawan infeksi dan mempertahankan kesehatan tubuh. Karena rusaknya sel darah putih, tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan gangguan kesehatan lainnya. Selain itu, radiasi dapat menghambat proses pembentukan sel darah di sumsum tulang belakang. Hal ini juga membuat produksi sel darah merah dan trombosit terganggu.