Mengenal Suku Asmat, Suku Pedalaman Dari Papua
Mengenal Suku Asmat – Negara indonesia memiliki berbagai suku adat yang tersebar di seluruh dataran indonesia. Dari timur hingga ke barat, setiap suku memiliki karakteristik dan juga budaya yang patut untuk di lestarikan. Dan salah satunya suku Asmat yang bisa kalian jumpai di papua. Suku ini juga merupakan salah satu dari ratusan suku yang ada pulau tersebut.
Suku ini merupakan salah satu yang paling terkenal di indomeia, dan juga memliki jumlah masyarakat paling banyak bila di bandingkan dengan kelompok lainnya. Dan berikut pembahasan lebih mendapalam tentang mengenal suku asmat, sebagai berikut :
Ciri-Ciri Suku Asmat
Bila dilihat dari secara fisik, maka mereka yang berasal dari suku asmat memiliki postur tubh yang tinggi, besar, dan juga tegap. Mereka juga memiliki warna kulit dan rambut mereka juga hitam. Lalu pada umumnya rambut mereka keriting dan juga berhidung mancung.
Mata pencarian mereka sehari-hari adalah berladang, dari ubi, jagung, wortel, dan juga mencari sagu. Selain berladangan, mereka juga beternak seperti ayam dan babi. Lalu bila mereka sedang kekurangan mereka akan pergi berburu di hutan. Lalu orang-orang dari suku ini umumnya akan mencoret tubuh mereka dengan warna merah, hitam dan putih.
Baca Juga : Mengenal Asam Lambung, Penyakit Umum Orang Indonesia
Adat Istiadat Suku Asmat
Sampai sekarang, para masyarakat suku asmat, masih memegang dengan teguh adat istiadat yang sudah di wariskan turun temurun dari leluhur mereka. Bahkan hukum adat tersebut selalu di terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, antara lain :
1. Tradisi Ketika Hamil
Ketika seorang perempuan hamil, maka mereka akan sangat di jaga oleh para keluarganya. Para perempuan hamil di suku asmat akan di perlakukan dengan sangat baik sampai nanti persalinan akan bisa dil lakukan dengan lancar dan bayi lahir dengan sehat dan selamat.
2. Proses Kelahiran
Setelah mengalami proses kelahiran, makan ada di adakan upacara selamatan dengan cara pemotongan tali pusar dengan menggunakan bantuan sembilu yang terbuat dari bambu yang telah di runcingkan. Dan sang bayi akan di susui oleh sang ibu selama 2 sampai 3 tahun.
3. Proses Pernikahan
Para penduduk suku asmat hanya akan bisa melakukan pernikahan ketika mereka sudah menginjak usia 17 tahun atau lebih. Pernikahan tersebut juga tentunya di lakukan dengan persetujuan dari kedua bela pihak. Lalu ada kebiasaan untuk menguji keberanian para laki-laki dengan cara membeli perempuan menggunakan piring cantik.
4. Mumi Suku Asmat
Dalam kepercayaan budaya suku asmat, mereka di kenal dengan tradisi untuk mengawetkan jasad orang yang sudah meninggal atau yang lebih banyak di kenal dengan mumifikasi. Namun hal ini hanya berlalu bagi para kepala suku atau kepala adat. Jasad pemimpin tersebut akan di jadikan mumi dan lalu akan di pajang di depan rumah suku adat suku tersebut.
Demikianlah sedikit penjelasan tentang mengenal suku asmat, suku pedalaman pulau papua. Meski suku tersebut sudah mulai terbuka dengan orang luar, namun mereka masih sangat mempertahankan tradisi mereka hingga sekarang.