Teori Mengenai Bumi Tertutup Salju dan Es Snowball Earth

Teori Mengenai Bumi Tertutup Salju dan Es Snowball Earth – Bumi telah mengalami banyak perubahan dalam sejarahnya yang berusia 4,5 miliar tahun. Dengan beberapa lika-liku yang bergejolak di sepanjang perjalanannya. Salah satu episode yang sangat dramatis tampaknya terjadi diantara 700 juta dan 600 juta tahun yang lalu. Ketika para ilmuwan memperkirakan es menutupi seluruh planet. Dari kutub hingga khatulistiwa, dua kali berturut-turut dengan cepat. Berdasarkan bukti di berbagai benua. Para ilmuwan mengatakan peristiwa Bumi Bola Salju ini mungkin telah membuka jalan bagi ledakan kehidupan Kambrium yang terjadi setelahnya. Periode ketika organisme multiseluler yang kompleks mulai berkembang biak dan menyebar ke seluruh planet.

1. Bentuk Planet Ketika Terjadi Snowball Earth

Namanya menggambarkan penampakannya dari luar angkasa. Sebuah bola putih berkilau, permukaan esnya sebagian besar di lapisi embun beku dan kristal-kristal es kecil yang mengendap dari udara kering dan dingin. Yang suhunya jauh di bawah titik beku di mana-mana. Angin kencang menderu dilintang rendah. Di bawah lapisan es yang mengapung, lautan yang gelap dan asin terus-menerus diaduk oleh pasang surut dan pasaran turbulen yang dihasilkan oleh panas bumi yang perlahan masuk dari dasar laut.

2. Pemahaman Pertama Kali Ahli Geologi Tentang Snowball Earth

Para ahli geologi kesulitan memahami apa yang mereka lihat dalam catatan geologi bahwa tidak lama sebelum kemunculan pertama kehidupan kompleks. Terdapat bukti nyata glasial. Bahkan di wilayaj terhangat di Bumi, para ahli geologi kesulitan memahami bagaimana hal ini mungkin terjadi. Endapan yang di tinggalkan gletser sangat khas. Tampak seperti semen yang di buang dari truk semen. Lapisan es Snowball ini kemungkinan mengalir dari benua ke lautan. Sehingga kita memiliki banyak endapan yang terbentuk lingkungan laut.

Baca Juga : Bulu Dinosaurus Mirip Burung Modern Ilmuwan Ungkap Faktanya !

Tempat kita menemukan apa yang di kenal sebagai dropstone, keriki; atau bongkahan batu yang tidak pada tempatnya. Seringkali kita melihat struktur yang terkait dengan tumbukan seolah-olah batu tersebut entah bagaimana di jatuhkan dan kemudian tercebur ke sedimen di bawahnya. Sulit membayangkan. Se;aom es yang mengapung, pepohonan yang membawa tanah dan batu ke laut melalui akarnya belum berevolusi.

3. Kehidupan Dibumi Akibat Perubahan Peristiwa Tersebut

Terdapat juga bukti bahwa hewan multiseluler peryama berasal pada masa ini. Kemungkinan besar seperti spons, alasannya masih menjadi spekulasi. Ada sejumlah gagasan bahwa saat itu ekosistem mungkin lebih terisolasi satu sama lain dan ini mungkin merupakan situasi yang bermanfaat bagi evolusi bentuk kehidupan baru. Khususnya bentuk kehidupan yang altrustik. Yang sel-slnya menyadari adanya keuntungan. Dalam bekerja sama daripada bekerja sendiri-sendiri. Jadi isolasi yang lebih besar dari berbagai ekosistem.

4. Penerimaan Teori Bola Salju oleh Ahli Geologi Lainnya

Betapa emosialnya orang-orang tentang hal itu dan betapa mereka terikat pada gagasan bahwa bumi tidak benar-benar jauh berbeda dari sekarang. Pada abad ke-19 orang-orang sulit mempelajari bahwa sebagian besar Eropa Utara dan Amerika Utara tertutup lapisan es hanya 20.000 tahun lalu. Hal itu sama sulitnya bagi ahli geologi abad ke-19 untuk menerima Bumi Bola Salju.

5. Penentuan Tanggal Memilah Teori-Teori Alternatif

Dama skenario Slushhball. Karbon dioksida akan mulai menumpuk dengan sangat cepat. Sehingga gladiasi akan berlangsung singkat dan es akan mencair bahwa secara bertahap. Hal ini tidak kita lihat langsung dalam catatan geologi. Kita sekarang tahu bahwa Snoball pertama berlangsung selama 58 juta tahun lali.